MARILAH MENYEBARKAN DAMAI DAN CINTA KASIH - TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

13 Sep 2015

WISATA KRISTIANI SHOW DI GEREJA SINGKAWANG

WISATA KRISTIANI SHOW DI GEREJA SINGKAWANG


Hatiku mengagungkan Tuhan, jiwaku memuliakan Tuhan, mata batinku tercengang menyaksikan Injil yang hidup di gereja kebangganku Singkawang. Taman jiwa-jiwa kesayangan Tuhan. Torehan Buletin Likes edisi 2-3 dengan bahasa gaul anak muda yang lincah mengalir bening tenang menyejukkan rasa penuh makna. Anak-anak kecil lincah sehat penuh gerak namun diam hening tanda sudah mengerti pada suasana perayaan Liturgi/Ekaristi, sudah tampak biasa pada mereka berbaris ke depan menyongsong komuni (berkat) lalu kembali dengan wajah-wajah berseri gembira tanda mereka kembali membagikan berkat dengan siapa yang dijumpainya. Semoga pengalaman sederhana itu membekas penuh makna dan mengembang dalam hidup berimannya. Sudah selayaknya ini kita syukuri bersama.

Oh ya, kehadiran foto dan berita Sherlyn dengan kasus atresia billiar, betapa berat deritamu, Sherlyn, tapi Anda sudah dimampukan menanggung derita ini dengan damai dan tenang melebihi anak-anak seusiamu. Ah, Sherlyn, dengan keadaanmu ini  ambil bagian untuk mengajarku menyadari serta mensyukuri akan fisikku yang diberi normal ini, semoga dengan berbekal fisik normal ini dapat lebih mampu patuh kepada Yesus. Trims juga atas mukzizat Tuhan bagimu, semoga lekas sembuh.

Hem…. Siapa dia? Yang berlenggang lenggok dengan wajah berbinar di antara tebaran huruf, memacuku untuk tahu apa yang terjadi di situ. O…., Diva dapat hadiah baju cantik berlabelkan harga kemurahan hati dari saudarinya, Rp2000,- cukup untuk sayang teman. Ah, memang kasih itu murah meriah namun menghidupkan dan membahagiakan. Juga spesial wajah-wajah gembira penuh daya khas ABG (Anak Baru Gede) beracara EKM. Whow…! Jangan kira siapa kita, bukan sekadar anak-anak orang biasa, atau anak presiden lho! Kita ini sungguh anak Allah, Raja yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa, dan bukan pula sekadar penguasa sistem kontrak lima tahunan, tapi Bapa kita juga penguasa cinta sepanjang segala masa. Itulah sebabnya kita masing-masing perlu menghargai martabat hidup kita yang luhur ini dengan penuh percaya diri, memperlakukan diri dan saudara/i-nya dengan penuh hormat dan tawakal. Sungguh luar biasa ajaib, bahwa kita benar-benar satu saudara dalam roh pembabtisan. Nama babtis bukan sekadar atribut untuk KTP tapi untuk dihidupi antara lain seperti kalian dalam kesatuan merayakan Ekaristi dilanjutkan kumpul penuh bangga dan percaya diri unjuk kebolehan untuk menyelenggarakan pesta dari hasil panen sendiri dengan sajian meriah, bersama menikmati betapa renyahnya rebung muda, segarnya daun ubi, dan gurihnya ikan teri. 
Hehe…, semuanya menyehatkan dan membuat stamina tubuh mejadi terjaga. Bagiku adalah suatu yang amat mengagumkan, betapa tidak, karena di zaman ada sejuta tawaran sajian kuliner, Anda berani tampil seadanya ala Kristiani show dan di mana apapun yang dibumbui dengan kasih akan terasa nikmat. Profisiat dan terima kasih. Ini oleh-oleh pangon kita menjemput bola di lapangan di taman-taman jiwa yang sudah mulai mekar nan elok. Harum semerbak aroma kebaikan membangkitkan rasa kagum dan bangga. Karena kita memiliki benih-benih orang Samaria yang baik hati, sumber daya manusia potensial semua memiliki benih batu karang rohani yang perlu digali, diolah, dihidupi, dikembangkan, dan dibagikan satu sama lain, dan  sudah dimulai sekarang, di lingkungan dan masyarakat.

Beranjak ke pertunjukan peragaan doa Jalan Salib, memperjelas bagaimana ekspresi wajah dan gerak tubuh Yesus hamba Yahwe yang tidak melawan pun tidak mundur, tidak memalingkan wajah-Nya dari cercaan dan hinaan. Tidak goncang menghadapi perendahan, penghinaan, penyiksaan sampai disalib mati, karena berpegang teguh pada opsi fundamental-Nya yaitu karena kasih setia-Nya untuk menyelamatkan semua manusia, termasuk Anda dan saya. Dengan pola pikir, pola bicara, pola bertindak secara konsisten. Mekanisme-mekanisme, cara beradu gerak dan langkah Yesus kali ini membangunkan kesadaranku dari kebiasaan-kebiasaan yang suam-suam kuku atau sikap ya dan tidak sekaligus (dualisme) Saudara/i, trims ya, jerih lelahmu untuk mewartakan kebenaran Yesus sampai di hatiku, sekaligus maafkan daku yang tidak memberi teladan baik. Itulah sebabnya saya perlu belajar sampai mati, untuk menapaki jalan yang makin terjal berbatu. Doakan, ya!

Lanjut menyusur laman jiwa kepunyaan-Nya, beraneka eksistensi kehidupan, ah…! Betapa mata batinku terpukau memandang dari kejauhan cakrawala kehidupan para pangon yang berjajar rapat menyatu bagai keperkasaan gunung es muncul di permukaan laut sebagai wujud kasih Bapa di surga yang siap menjadi alat belas kasih kerahiman-Nya, meski di balik figur-figur sederhana, bersahaja dan biasa-biasa saja. Mari lihat dan perhatikan, siapa tidak terinspirasi mengikuti jejak itu, menjadi pahlawan surgawi, dengan gagah berani berdiri tegak di garda depan demi jalan kebenaran dan hidup sejati dalam Allah.

Itulah tawaran Allah yang menunggu jawaban bebas dari kawula muda yang siap sedia menjadi alat-Nya. “Semua perlu persiapan jangka panjang dan jangka pendek.”
Seperti kita lahir kembali oleh gereja dan terus dibesarkan oleh sabda dan sakramen-sakramen dalam rahim gereja, berarti menjadi dewasa secara Kristiani tidak dengan meninggalkan rahim gereja, tapi justru dengan masuk semakin dalam dari waktu ke waktu, bahkan kita tetap menyatu dengan pribadi-pribadi yang sudah sampai ke pangkuan Bapa di surga. 

Persekutuan keluarga besar Katolik pangon domba, laki-laki dan perempuan semua umur selalu berkumpul bersama merayakan liturgi/Ekaristi memperoleh berkat lalu pergi menyebar untuk diutus secara holistik dalam keberadaan dan sepak terjang kehidupan harian masing-masing di masyarakat dengan kunci dasar, Yesus.  

Setiap saat Anda dan saya diundang untuk menyadari makna hidup dengan pikiran, mata, telinga, hati yang bening lalu mengambil pilihan dan tindakan walau sekecil apapun yang sesuai dengan opsi fundamental Yesus yaitu kasih dan keselamatan diri dan sesama. Di sanalah rahasia kebahagiaan sejati ditemukan apapun dan status yang bagaimanapun. Dengan demikian kita sudah berada dalam cakupan kerajaan Allah walau masih berjuang, nanti lama-kelamaan kita akan mampu berdiri tegak menginjak ular dengan damai seperti Ibu kita Maria yang penuh rahmat dan cinta, corak hidup cinta dan pengampunan tanpa syarat member peluang dan harapan pada manusia untuk kembali bangkit dari dosanya. Berarti juga berani menanggung derita secara ksatria dan kepahlawanan surgawi.

Mari tengok dan lihatlah di seberang sana, ada romo-romo yang sudah sepuh, seperti Rm. Charles Patrick Edwartd Burrows, OMI atau lebih dikenal sebagai Rm. Carolus, OMI, Rm. B.  Kieser, SJ, Rm. Magnis, S, tapi masih berjuang gigih mendampingi domba-domba di penjara dan lain-lain perjuangan bagi kemanusiaan. Sekali lagi pertanyaannya, siapa anak muda yang tidak tertantang untuk meneruskan perjuangan-perjuangan beliau, menjadi gembala yang berani mati demi dombanya. Sudah waktunya kita bangkit dari tidur, seperti Samuel siap siaga mendengarkan dan melaksanakan kehendak Tuhan. Berani berjuang menempuh jalan kebenaran dan hidup (yang adalah Yesus sendiri).

Terima kasih yang sedalam-dalamnya atas gotong royong kita semua warga gereja untuk membagikan berkatnya masing-masing baik pada keluarga kecilnya (anak, ibu, bapak, asisten rumah tangga), lingkungan dan masyarakat. Lingkungan yang baik adalah seminari diri yang baik, yang menanam benih baik akan menuai hasil baik. Kebaikan dan kasih sejati yang diterima waktu kecil/usia dini akan menjadi warisan hidup yang melebihi harta benda apapun yang tidak luntur oleh terpaan arus zaman apapun.

Keselamatan masa depan (hidup kekal) adalah keselamatan masa kini dan keselamatan masa kini adalah tugas dan tanggung jawab yang harus kita kerjakan dalam hidup keseharian yang biasa-biasa saja tapi dilakukan dengan hati penuh cinta, bernyala, dan dengan jiwa besar, dalam kesatuan Roh Allah Tritunggal Kudus. Semoga batu karang-batu karang rohani gereja kita semakin cemerlang menyinari jagat raya. Amin.
(Sr. Pia, OSCCap)

*Pangon (berasal dari bahasa Jawa) artinya gembala.