MARILAH MENYEBARKAN DAMAI DAN CINTA KASIH - TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

29 Agu 2018

MISA KETIGA BAGI LEGIO MARIA

MISA KETIGA BAGI LEGIO MARIA



Minggu, 26 Agustus 2018 merupakan hari yang istimewa bagi kelompok pelayanan doa Legio Maria Singkawang. Usai misa kedua digelar di Gereja St Fransiskus Assisi Singkawang, para anggota yang terdiri dari Bapak, Ibu, dan Saudara Saudari dari berbagai kalangan usia segera merapatkan diri ke Pastoran yang tepat berada di samping gereja. Bertempat di Kapel Pastoran Singkawang, misa ketiga digelar khusus bagi anggota kelompok doa Legio Maria yang baru saja mengalami pemekaran pada 21 Juli 2018 yang lalu, sekaligus kelompok doa ini juga akan menggelar pemilihan pengurus Dewan Kuria dan Dewan Presidium.

Sesuai dengan tujuan awal digelarnya acara ini, usai menggelar misa yang mendapuk Romo Astono Aji, OFM, Cap., sebagai selebran utama, kelompok pelayanan doa ini juga melaksanakan pembentukan Dewan Kuria yang akan meliputi Legio Maria Singkawang, Sambas, Standuk, Medang, dan Capkala, dan juga pemilihan Presidium Singkawang.

Dijumpai sebelum misa ketiga digelar, David Tjajadi selaku Asisten Pemimpin Rohani (APR) Komisium Pontianak mengungkap, "Kita harapkan dengan pembentukan Dewan Kuria yang dipusatkan di Singkawang pelayanan Legio Maria sebagai kelompok doa semakin optimal dan para perwira kuria di Singkawang lebih meningkatakn pelayanan Legio Maria di Sambas, Standuk,  Medang, dan lainnya yang berada di wilayah Kuria ini," ungkap pria yang mulai menjabat sebagai APR Komisium Pontianak sejak Januari 2018 itu secara gamblang.

Berikut ini dicantumkan nama-nama pengurus harian kelompok doa Legio Maria untuk Dewan Kuria Rosa Mistica, Dewan Presidium Ratu Rosario yang Amat Suci dan Dewan Presidium Ratu Para Malaikat;

Dewan Kuria Rosa Mistica
Ketua : Anselma (Singkawang)
Wakil : Ephifania (Medang)
Sekretaris I : Sophia (Sambas)
Sekretaris II : Yohana Maria (Singkawang) 
Bendahara I : Veronika Fong (Singkawang)
Bendahara II : Imelda (Sambas) 


Dewan Presidium Ratu Rosari yang Amat Suci:
Ketua : Yohana Tina
Wakil : Veronika Agustina
Sekretaris : Anselma
Bendahara : Elisabeth

Dewan Presidium Ratu Para Malaikat:
Ketua : Bibina
Wakil : Yohana Maria
Sekretaris : Sesilia Hernadia
Bendahara : Lucia

Profisiat untuk para pengurus Dewan Kuria dan Dewan Presidium terpilih semoga semakin berkobar semangat pelayanan doa bagi sesama dan gereja. (Nat)

26 Agu 2018

BUGAR RAGA WANITA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA DI PERTAMBAHAN USIANYA

BUGAR RAGA WANITA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA DI PERTAMBAHAN USIANYA






Minggu 26 Agustus 2018 ada pemandangan berbeda di halaman Gereja Katolik St Fransiskus Assisi Singkawang. Tepat pukul 16.00 WIB, 70-an ibu-ibu yang tergabung dalam wadah WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia) cabang Singkawang dan ranting-rantingnya berbaris rapi dikomandoi oleh Ibu Helaria Helena, A.Ma., selaku ketua WKRI cabang Singkawang.

Melalui pelantang suara, ibu-ibu cantik ini diarahkan untuk melakukan senam bersama sebagai pembuka rangkaian giat ulang tahun WKRI sekaligus dalam rangka peringatan HUT RI yang ke-73.

Suasana senam berlangsung semarak dengan diiringi berbagai lagu yang tengah booming akhir-akhir ini. Terlihat para ibu begitu menikmati aktivitas senam bersama. Sejenak mereka melupakan berbagai rutinitasnya dan masing-masing bergerak mengikuti irama lagu yang terdengar mengentak. Seolah tak ingin ketinggalan beberapa suami dari anggota WKRI yang mengantar istrinya turut serta bergoyang dalam olah tubuh.

Usai senam bersama masih di seputar gereja yang beralamat di Jalan P. Diponegoro ini seluruh anggota WKRI diarahkan menuju Gedung Pastoral Paroki guna mengikuti penyuluhan mengenai bahaya kanker yang kali ini mendatangkan Yayasan Kanker Indonesia sebagai narasumbernya. Kegiatan ini diakhiri dengan santap bersama hidangan yang telah disiapkan oleh panitia. (Hes)




19 Agu 2018

KURSUS MEMBANGUN RUMAH TANGGA DALAM LINGKUP GEREJA

KURSUS MEMBANGUN RUMAH TANGGA DALAM LINGKUP GEREJA





Pernikahan Katolik, monogami dan tak terceraikan. Berlatar belakang itulah Kursus Persiapan Pernikahan (KPP) yang kini berubah nama menjadi Kursus Membangun Rumah Tangga (MRT) digelar oleh gereja Katolik, tidak terkecuali Gereja Katolik Santo Fransiskus Assisi Singkawang.

Bertempat di Gedung Dewan Pastoral Paroki, kegiatan yang sudah memasuki angkatan ke XIII ini digelar pada Sabtu-Minggu, 18-19 Agustus 2018, dan kali ini diikuti oleh 9 pasang calon mempelai yang hendak membangun bahtera rumah tangga.

Dijumpai di kesempatan yang sama pada saat kegiatan berlangsung, Helaria Helena, A.Ma., selaku koordinator menyampaikan bahwasanya aktivitas yang kini rutin digelar beberapa kali dalam setahun ini merupakan salah satu program gereja di seluruh Indonesia. "Kegiatan ini berisi berbagai hal, yang pertama membahas tentang hukum kanonik, pernikahan dalam Katolik, ekonomi keluarga, kesehatan alat reproduksi, dan psikologi keluarga yang dalam hal ini membahas keseluruhan rangkuman dan diasuh oleh saya sendiri. Seluruh hal yang tim kami sampaikan bersumber dari buku Amoris Laetitia. Kegiatan ini juga dilaksanakan selama kurang lebih 2 jam dalam setiap pertemuan dan kita mengambil kebijakan menggelar kegiatan setiap Sabtu dan Minggu. Hal ini mengingat hari lain adalah hari kerja, " ujar wanita cantik yang juga merupakan pegawai Departemen Agama.

Di samping itu beliau juga menegaskan bahwa kursus MRT ini tidak hanya melingkupi pasangan yang akan segera melaksanakan pernikahan, namun boleh juga diikuti oleh pasangan dewasa yang berada dalam taraf penjajakan. "Jika sudah mengikuti kursus ini akan mendapat sertifikat, karena tanpa sertifikat maka tidak akan bisa mendaftar pernikahan kanoniknya nanti," lanjut wanita yang juga aktif dalam wadah WKRI cabang Singkawang ini.


Dicecar mengenai harapan digelarnya kegiatan bimbingan ini beliau mengungkap, "Kita mengadakan bimbingan ini untuk memperkecil kemungkinan perceraian antarpasangan dalam keluarga dan tentunya memberikan berbagai arahan bagaimana menjaga keharmonisan rumah tangga, karena belakangan ini banyak pasangan muda yang baru menikah sudah bercerai, jadi kita berusaha untuk bisa mengatasi dan menghindari hal-hal semacam itu," pungkasnya. (Hes)



DONOR DARAH MEMPERINGATI HUT RI DI GEREJA ST FRANSISKUS ASSISI

DONOR DARAH MEMPERINGATI HUT RI DI GEREJA ST FRANSISKUS ASSISI



Masih dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, Gereja St Fransiskus Assisi Singkawang menggelar aksi donor darah. Kegiatan yang digelar pada Minggu 19 Agustus 2018 ini mendapat sambutan baik dari warga gereja. Tercatat sebanyak 21 umat terlibat dalam aksi sosial ini.

Aksi sosial ini memang menjadi agenda rutin gereja yang beralamat di Jalan P. Diponegoro. Trifonia Afridiana selaku koodinator aksi donor darah menyatakan, "Untuk aksi donor darah digelar tiga kali dalam setahun, Natal, Paskah, dan peringatan kemerdekaan RI, dan tahun ini adalah kali ke tiga khusus untuk peringatan hari kemerdekaan. Besar harapan kami selaku panitia aksi donor bahwa umat semakin berperan aktif dalam kegiatan semacam ini, dan  semoga apa yang sudah kita lakukan serta berikan bermanfaat bagi sesama yang membutuhkan, tidak peduli dari latar belakang apapun dan siapapun penerima darah dari hasil aksi sosial kita," ungkapnya ketika dijumpai di sela aktivitas pelayanannya.

Donor darah kali ini dilakukan usai misa kedua dan digelar di Goa Maria sayap kanan gereja. (Hes)




17 Agu 2018

100% KATOLIK 100% INDONESIA ALA GEREJA ST FRANSISKUS ASSISI DI 73 TAHUN HUT RI

100% KATOLIK 100% INDONESIA ALA GEREJA ST FRANSISKUS ASSISI DI 73 TAHUN HUT RI




Suasana hening dan khidmat terasa jelas di halaman Gereja Katolik St Fransiskus Assisi Singkawang pada rambang petang 17 Agustus 2018. Pukul 17.10 WIB, gereja yang berada di jalur protokol Singkawang ini menggelar upacara penurunan bendera dan dilanjutkan misa syukur atas 73 tahun kemerdekaan RI.

Bertindak selaku inspektur upacara adalah pastor paroki, Pastor Stephanus Gathot Purtomo, OFM.Cap, sedangkan komandan upacara adalah Serma Matius dari RINDAM XII/TPR. Untuk personil TNI sendiri diturunkan 8 orang dari RINDAM dan 2 orang dari KODIM 1202 Singkawang. Sementara petugas penurun bendera, paduan suara serta petugas liturgi lain dipercayakan pada Sekolah Menengah Atas St Ignatius Singkawang.

Usai upacara penurunan bendera digelar, prosesi berikutnya dilanjutkan dengan misa syukur. Bertindak sebagai selebran utama adalah Pastor Gathot dan konselebran, Pastor Fidelis, OFM.Cap. Dalam misa yang berdurasi 1,5 jam ini tak putus lagu pujian maupun lagu wajib nasional dikumandangkan. Pada homili singkatnya, Pastor Gathot menitikberatkan tema HUT RI ke-73 dengan menyampaikan kepada umat, "Kerja KitaAdalah Prestasi Bangsa" dan tidak lupa mengajak umat untuk selalu mensyukuri berkat merdeka yang telah diperjuangkan dan diraih oleh para pejuang serta tak putus mengisinya dengan karya yang mampu mengangkat harkat derajat bangsa. 

Bahwasanya bukan hal baru gereja Katolik Paroki Singkawang menggelar misa perayaan syukur Hari Kemerdekaan RI, namun penambahan upacara penurunan bendera kiranya baru dilaksanakan dua tahun terakhir. "Besar harapan gereja dengan penambahan upacara penurunan bendera  umat akan meresapi semangat nasionalis dan patriotisme dalam kehidupan imannya, 100% Katolik, 100% Indonesia!" ungkap pastor paroki ketika ditemui usai memimpin misa.

Tidak berhenti sampai di situ, usai misa syukur digelar, umat yang hadir juga diajak untuk menikmati hidangan ala kadarnya yang telah dipersiapkan oleh pihak gereja. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur gereja dalam rupa berkat yang bisa dinikmati oleh seluruh umat di hari merdeka. (Hes)



Terkirim dari tablet Samsung.