MARILAH MENYEBARKAN DAMAI DAN CINTA KASIH - TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

6 Mar 2017

Profil Pastor Aloysius Anong, OFMCap.


Aloysius Anong, OFMCap.



Motto Tahbisan Imam:
“Siapakah Aku ini Tuhan sehingga Engkau memilihku” bdk. (Luk. 1:43)

Biodata

Nama                         : Aloysius Anong
Tempat/tanggal Lahir : Jernang, 7 November 1982
Ayah                  : Naning
Ibu                         : Eva
Bersaudara         : Anak pertama dari tiga orang bersaudara
Paroki Asal         : St. Yoseph Samalantan, Keuskupan Agung Pontianak
Masuk Postulat : Leopold Mandic, Juli 2007
Masuk Biara/Novisiat : Gunung Poteng, 16 Juli 2008
Kaul Perdana         : Paroki St. Agustinus Sei. Raya, 1 Agustus 2009
Kaul Kekal         : Novisiat Gunung Poteng, 30 Juli 2015
Tahbisan Diakon : Paroki Salib Suci Ngabang, 27 Agustus 2016
Riwayat Pendidikan
1. SD         : SDN 22 Jernang, Desa Godang Damar, (1989-1996) 
2. SLTP : SLTPN 1 Samalantan, (1996- 1999)
3. SMU : SMUN 1 Singkawang, (1999- 2002)
4. Data Computer Informatika-Pontianak, (2002-2003)
5. TOPANG (Tahun Orientasi Panggilan) Nyarumkop, (2006-2007)
6. Postulat Kapusin St. Leopold, Bunut Sanggau Kapuas (2007-2008)
7. Novisiat Kapusin Gn. Poteng, Pajintan (2008-2009)
8. Seminari Tinggi (S1) Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Pematangsiantar-Sumatera Utara,                 (2009-2013)
9. Tahun Orientasi Pastoral (TOP) Komunitas Provinsialat Kapusin dan Rumah Retret St                         Fransiskus Assisi Tirta Ria Pontianak (2013-2014)
10. Teologi (Post S1) Sekolah Tinggi Teologi Pastor Bonus, Siantan-Pontianak (2014-2016)
11. Masa Diakonat Komunitas Provinsialat Kapusin dan Rumah Retret St. Fransiskus Assisi Tirta             Ria Pontianak (2016-2017).

Riwayat Panggilan

Sungguh, tidak ada hal fantastik dan dramatis yang melatari alasan saya menjadi  bagian dari calon gembala. Kehidupan masa remaja saya seperti  remaja lain pada umumnya.  Namun harus saya akui, suara Tuhan adalah denyar paling halus namun berulang yang tidak dapat saya sangkal. Panggilan yang berawal dari kesan mendalam pada slide-slide bisu seabad karya misi Kapusin di Borneo, ditambah secarik kertas berisi tawaran bergabung dengan ordo berciri jubah coklat dengan cingulum putih melingkar di pinggang ini tak serta-merta menemukan kekuatannya. Hingga pada suatu masa, berawal dari celetukan bernada canda untuk menjadi gembala ditanggapi serius oleh pastor paroki di wilayah saya, sejak itu pula permenungan tentang ke mana arah iman lantas menggiring niat serius mengagapi seruan kehidupan menjadi imam. Kala itu ragu masih menjalari setiap sudut kalbu, namun dengan tekad kuat, saya lantas menjawab panggilan imamat. Jalan terjal dan beragam pergulatan harus saya tempuh untuk menjadi  ‘kuntum coklat muda’ yang siap mekar, merasul di tengah rimba raya kehidupan. Panggilan itu tumbuh perlahan namun pasti setelah berbagai proses menempanya. Bukan tanpa tantangan meninggalkan hedonisme kehidupan yang kerap berbenturan dengan rasa bosan. Namun dengan berbekal suara hati, pengalaman rohani, studi, juga penguatan dari rekan-rekan biarawan dan biarawati, hari ini saya dapat berdiri di sini untuk menjawab panggilan suci.  





















0 komentar: