MARILAH MENYEBARKAN DAMAI DAN CINTA KASIH - TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

26 Nov 2016

TRANSITUS DAN PERAYAAN SYUKUR ST. FRANSISKUS DARI ASSISI, BAPA PELINDUNG PAROKI

TRANSITUS DAN PERAYAAN SYUKUR

ST. FRANSISKUS DARI ASSISI, BAPA PELINDUNG PAROKI 

Senin, 3 Oktober 2016 seperti tahun-tahun sebelumnya terlihat suasana yang berbeda di Gereja Pusat Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang, terutama menjelang Hari Raya St. Fransiskus Assisi. Peristiwa ini disebut oleh Keluarga Fransiskan-Fransiskanes sebagai “Transitus St. Fransiskus Assisi”. Apakah yang dimaksud dengan ‘Transitus’? Transitus adalah suatu istilah untuk mengilustrasikan beralihnya jiwa si miskin dari Assisi, dari dunia fana menuju surga penuh kemuliaan. 

Keluarga Fransiskan-fransiskanes Singkawang (suster SFIC, bruder MTB, Saudara Kapusin, Suster Klaris Kapusines, OFS (Ordo Fransiskan Sekular) dan Suster KFS), anak-anak asrama asuhan Bruder MTB dan suster SFIC serta umat se-paroki Singkawang memperingati Transitus St. Fransiskus Assisi dengan ibadat bersama. Ibadat bersama ini dipimpin oleh P. Gabriel Marcel, OFMCap dibarengi dengan permenungan mendalam dan khusyuk melalui drama singkat Transitus St. Fransiskus. Drama ini diperankan oleh para saudara Novis Kapusin Gunung Poteng. 

Adapun butir-butir renungan Ibadat Transitus disimpulkan oleh P. Gabriel dengan melihat kembali pengalaman hidup Fransiskus mulai dari pertobatannya sampai ia sendiri menghadapi kematian badani. P. Gabriel kembali menegaskan bahwa hidup St. Fransiskus adalah menepati Injil secara sederhana tetapi sempurna. Inilah yang menghantar dia ke negeri orang-orang yang hidup. Inilah yang membuka matanya pada pandangan sempurna akan Allah. Inilah yang mengangkat Fransiskus masuk ke persekutuan paling akrab dengan Allah Tritunggal, yang dirindukannya di atas segala-galanya. St. Fransiskus setia dalam menepati Injil sampai akhir hidupnya. Di akhir permenungan, P. Gabriel juga mengajak Keluarga Fransiskan-fransiskanes agar tetap setia pada janji yang telah diucapkan seturut “Ajakan Bapa Kita St. Fransiskus,” melakukan yang kita janjikan dan mendambakan yang dijanjikan kepada kita. Nikmat singkat, siksa kekal. Penderitaan tak berarti, kemulian tak terbatas. Banyak orang dipanggil, sedikit dipilih, semua orang mendapat balasan. 

Setelah mengakhiri permenungan singkat ini, acara dilanjutkan dengan  pembaharuan janji setia para Saudara-saudari Fransiskan kepada Tuhan dan sesama. Janji setia yang telah diucapkan ini menjadi tanda kesetiaan, keikutsertaan mereka dalam melakukan kehendak Allah, mewujudnyatakan karya keselamatan di tengah-tengah gereja dan dunia zaman ini. Dan Ibadat Transitus ditutup dengan pembagian roti St. Fransiskus sebagai tanda pemberian diri total para pengikutnya kepada Allah dan berbagi kasih terhadap sesama. 

Demikian proses Ibadat Tansitus berjalan dengan baik menyongsong perayaan besar St. Fransiskus Assisi keesokan harinya. Perayaan ini dimulai pada Selasa, 4 Oktober 2016 pukul 18.00 WIB dengan Misa Syukur Hari Raya St. Fransiskus Assisi. Misa syukur dipimpin oleh P. Gabriel Marcel, OFMCap sebagai selebran utama dan sebagai konselebran P. Stephanus Gathot Purtomo, OFMCap, P. Yeremias, OFMCap dan P. Felix Triono, OFMCap. Perayaan ini diikuti oleh seluruh umat Paroki Singkawang dengan khidmat dan penuh sukacita. (Fr. Diego)

0 komentar: