MARILAH MENYEBARKAN DAMAI DAN CINTA KASIH - TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

1 Nov 2015

PROFIL KONGREGASI SFIC


KONGREGASI SFIC


MOTTO : DEMI CINTA ALLAH


VISI : 
Keutuhan semua mahkluk ciptaan dalam keadilan, cinta kasih dan damai
MISI :
Keutuhan semua mahkluk ciptaan dalam keadilan, cinta kasih dan damai. Menemukan jalan untuk meringankan penderitaan yang ditanggng oleh orang-orang disekitarnya (konstitusi SFIC Dasar Spiritual Bab I baris 4-6) dengan menyembuhkan yang terluka, menyatukan yang remuk, dan memanggil kembali yang tersesat (konstitusi SFIC)

Pada awal kedatangannya, para suster menempati rumah sederhana milik guru agama Chang A Kang. "Bagaikan kandang Betlehem, meskipun mengalami akibat kemiskinan, kami tetap hidup bergembira..."kata Muder Emerentiana menggambarkan pondok mereka saat itu...
Pendiri Kongregasi :

1.Bernardian Van Hoof
2.Teresia Van Miert (Ibu Pendiri)
3.Fransiska De Rooy
Kapitel Provinsi Indonesia
Dewan Pimpinan Sekarang


Penerimaan Jubah
APA ARTI SFIC? Tarekat kami terdaftar di Roma dengan nama: SFIC (Sororum Franciscalium ab Immaculata Conceptione a Beata Matre Dei). Yang dalam bahasa Indonesia berarti : Suster Fransiskus dari Perkandungan Tak Bernoda Bunda Suci Allah. Kongregasi SFIC berdiri di Veghel Belanda tanggal 24 Juni 1944. Ibu pendiri SFIC adalah Ibu Teresia Van Miert. Kini SFIC hadir di Eropa (Belanda), Afrika dan Asia.


SEKILAS TENTANG SFIC MASA LALU DAN SEKARANG

Kongregasi SFIC pertama kali berkarya di Indonesia pada tahun 1906 tepatnya di Singkawang Kalimantan Barat. Pada masa itu Kongregasi SFIC dikenal dengan sebutan SPM(Suster Pengabdi Sesama Manusia ) kini nama tersebut menjadi nama Yayasan pendidkan yaitu Yayasan Pengabdi untuk Sesama Manusia. Karya awal SFIC yaitu bidang kesehatan, pendidikan, Pastoral dan sosial. Untuk pertama kali berkarya di singkawang, suster-suster (SFIC) menempati rumah seorang umat/guru agama di singkawang dengan atap daun seadaanya, asal ada tempat untuk berteduh. Dapat dibayangakan para misionaris saat itu datang dengan jubah yang panjang dari Negeri Belanda yang dingin kini tinggal di daerah tropis yang panas. Dari hidup berkecukupan di negeri asal tetapi kini harus hidup serba kekurangan di tanah misi singkawang. Suatu pengorbanan yang harum mengawi bagi Yesus yang mereka abdi dengan seluruh jiwa raga. Tampak jelas salib yang mereka pikul demi Kerajaan Allah.  Perhatian sederhana mereka lakukan dengan pendidikan kaum perempuan, memelihara anak-anak yang telah dibuang oleh orang tuanya, merawat orang sakit terutama orang sakit kusta. Seorang suster bernama Sr. Cajetana setiap hari pulang dan pergi ke tempat tinggal orang kusta untuk merawat mereka yang terbuang dari keluarga dan masyarakat. Perawatan yang sederhana dengan obat seadanya dan tanpa peralatan medis yang canggih. Mereka yang dirawat itu berada di hutan jauh dari penduduk Singkawang. Tempat perawatan orang Kusta tersebut kini menjelma menjadi rumah sakit Kusta Alverno. Cinta akan Yesus mengobarkan semangatnya untuk mencintai kaum lemah dan tersingkir.

Kini SFIC semakin berkembang, satu persatu suster misionaris pulang ke negeri belanda karena SFIC sudah dianggap mampu meneruskan karya dan pelayanan yang telah mereka rintis. Para suster SFIC terus bekerja di rumah sakit St. Vicentius Singkawang, Rumah Sakit Kusta Alverno dan Persekolahan. Mereka memilih berkarya dalam kesederhanaan yang mengharapkan bahwa Tuhan mengerti apa yang telah mereka lakukan walaupun kadang mendapat tantangan berat. Persembahan terindah hanya diberikan kepada Tuhan. Dalam kesunyian dan ketekunan mereka terus bekerja dengan tangan mereka sendiri, karya boleh hebat namun semua itu tanpa arti apabila tidak disertai dengan kurban yang mewangi bagi Allah. “Teguhkanlah ya Tuhan apa yang telah Kau mulai dalam diri kami” demikian doa ibu pendiri Teresia Van Miert yang selalu diingat para suster dalam perjalanan panggilan. Semoga Tuhan meneguhkan dengan Cinta-Nya yang tanpa batas.

“Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk menuai itu” (Luk:2).

Bagi Para Pemudi yang berminat bergabung bersama  SFICdapat menghubungi:
Provinsialat SFIC Sr. Yuvina, SFIC
Jl. Tamar no 8 Hp: 082156001020
Telp. 0561-766247
Pontianak
Email:sficindonesia@gmail.com

Pengirim : Sr. Yuvina, SFIC