MARILAH MENYEBARKAN DAMAI DAN CINTA KASIH - TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

10 Sep 2015

KUBALAS CINTAMU TUHAN

KUBALAS CINTAMU TUHAN


Sepi dan hening. Begitulah kesan lima frater novis Kapusin Propinsi Pontianak ketika menginjakkan kakinya di Biara Kapusin St Fransiskus Assisi Singkawang. Sore itu, 23 Juli mereka mau mengikuti retret persiapan untuk kaul perdana. Dengan kaul perdana kelima novis Kapusin mau memasuki  lembaran baru dalam hidup mereka. Secara resmi mereka mau bergabung dalam persaudaraan Kapusin Pontianak dan momen itu akan terjadi dengan pengucapan kaul perdana. Sebagai sebuah perayaan, kaul perdana menjadi janji mereka di hadapan Allah secara publik bahwa mereka mau memeluk cara hidup biarawan Kapusin setelah menjalani masa novisiat selama satu tahun. Momen yang sangat indah ini dipersiapkan dengan sebuah permenungan yang cukup panjang.

Selama lima hari mengasingkan diri dari dunia ramai, para novis diajak untuk merenungkan cinta Tuhan yang telah memanggil mereka menjadi seorang saudara Kapusin. Panggilan yang diterima sebagai seorang biarawan Kapusin disadari bukan karena jasa dan kehebatan mereka. Tetapi melulu karena cinta Tuhan semata. Itulah yang menjadi bahan permenungan selama retret. Maka bahan retret kali ini diringkaskan dalam sebuah tema: Kubalas cinta-Mu Tuhan, Kapusin hidupku.

Retret kali ini terasa sangat istimewa karena mereka didampingi oleh P. Yosef Astonoaji. Selain sudah malang melintang dalam mendampingi retret, Pastor Aji juga merupakan salah satu pengajar fransiskan di Novisiat di Gunung Poteng.  Tak perlu beradaptasi teralu lama, para Novis pun langsung bisa masuk dalam suasana retret yang hening dan terbimbing. Mereka dibawa dalam pola retret bimbingan pribadi.

Lima hari dalam keheningan total, terasa begitu cepat berlalu. Para Novis merasakan indahnya bermenung secara pribadi bersama dengan Tuhan. Guratan lelah memang tergambar dalam wajah-wajah mereka. Tetapi ada rasa bahagia karena mereka telah mendapatkan bekal untuk berjanji kepada Tuhan dalam pengikraran kaul perdana.  Pada akhirnya mereka pun berani berucap dengan suara lantang, “Kubalas, cinta-Mu ya Tuhan”. Semoga kaul perdana kelima novis Kapusin menjadi persembahan yang harum mewangi di hadapan Tuhan. Semoga demikian adanya. (Frater Novis)