MARILAH MENYEBARKAN DAMAI DAN CINTA KASIH - TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

1 Jun 2015

SELALU ADA YANG ISTIMEWA


SELALU ADA YANG ISTIMEWA



Ekaristi Kaum Muda (EKM) sudah menjadi agenda rutin di Paroki Singkawang. Bagi saya, EKM, yang diadakan di stasi Sebandut beberapa waktu yang lalu terasa sangat istimewa. Padahal Sebandut bisa dikatakan tidaklah besar untuk ukuran sebuah stasi. Bila ditilik dari segi usiapun, stasi ini masih relatif sangat muda. Tetapi dari stasi yang kecil dan muda belia ini, tersimpan cerita yang bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.



Ketika didapuk sebagai tempat untuk melangsungkan EKM, kaum mudanya langsung bergerak cepat bersama dengan pengurus umat. Panitia pun segera dibentuk. Keistimewaannya terlihat karena mereka melibatkan stasi-stasi tetangga untuk berperan serta dalam agenda kaum muda ini.

Tibalah saatnya Ekaristi Kaum Muda digelar di Sebandut. Meskipun sore harinya sempat diguyur hujan lebat, tetapi kaum muda wilayah Capkala dan sekitarnya tidak menyurutkan langkahnya untuk datang ke Sebandut. Bahkan hadir juga kaum muda dari Singkawang dan sekitarnya. Secara bergelombang mereka mendatangi stasi yang cukup jauh dari keramaian kota. Mendekati pukul 17.30 wib, Gereja Sebandut sudah terisi penuh oleh kaum muda. Mereka yang datang belakangan terpaksa mengikuti Ekaristi di luar Gereja. Tercatat tak kurang dari 400 kaum muda berkumpul di Stasi Sebandut.

Nuansa anak muda terasa sekali mewarnai perayaan Ekaristi waktu itu. Tarian pembukaan yang dibawakan oleh anak-anak menjadi penghantarnya. Pada bagian selanjutnya tanpa mengurangi kekusyukan, lagu-lagu rohani yang mengiringi Ekaristi ditata sedemikian rupa sehingga menggugah jiwa kaum muda. Terlihat banyak kaum muda menikmati dan sungguh hanyut dalam suasana Ekaristi Kaum Muda
Usai misa acara dilanjutkan dengan makan malam bersama. Kami pun beralih menuju ke tenda sederhana di samping Gereja. Terlihat meja-meja sudah diatur dengan rapi. Di atas meja itu terhidang menu makanan yang sangat sederhana. Saya mencoba memperhatikan dengan seksama menu yang tersedia: ada nasi, sayur rebung, sayur daun ubi, sayur nangka muda, sambal goreng dan ikan asin. Kesannya sangat sederhana. Jauh dari kemewahan sebuah pesta. Tetapi semua menu yang ada tetap menggoda selera saya. Tanpa banyak pertimbangan saya pun mengambil semua menu yang tersedia.  Begitu juga kaum mudanya tak kalah antusiasnya seperti saya dalam menyantap menu makanan yang ada.
Kebetulan saya makan ditemani oleh seseorang yang duduk sebagai panitia EKM. Sambil menikmati menu yang tersedia, teman saya ini pun mulai bercerita, “Pastor, terimakasih banyak atas kepercayaan paroki menunjuk kami sebagai panitia EKM kali ini”.
            “Justru saya yang harus berterima kasih kepada kalian, karena kalian berhasil menyediakan yang terbaik untuk kami yang jumlahnya banyak sekali,” jawab saya secara diplomatis.
            “Ini semua kan berkat kerja dari teman-teman OMK stasi tetangga juga. Mungkin Pastor perlu tahu. Kami meminta beberapa OMK stasi tetangga untuk menyumbangkan apa yang mereka punya. Ada OMK yang mengumpulkan beras dari rumah ke rumah. Ada OMK stasi yang mencari daun ubi. Kalo di stasi itu banyak rebung, mereka juga berusaha mencari rebung dan menyumbangkannya untuk kami. Hebatnya Pastor, teman-teman OMK melakukan itu semua dengan sukarela dan hati gembira.”
            Mendengar pengakuan yang jujur dan tulus itu, hati saya dipenuhi rasa haru dan syukur. Ternyata Tuhan bisa menghadirkan keistimewaan dari tempat yang sangat sederhana ini. Bagaimana tidak? Kaum Muda di tempat yang terpencil ini bisa menyumbangkan apa yang ada pada diri mereka tanpa harus keluar biaya. Meski menu makanan tidak layak disebut sebagai menunya pesta, tetapi mereka bisa menciptakan suasana gembira. Semua kaum muda larut dalam suasana pesta yang sangat sederhana. Ternyata dari yang sederhana, Tuhan bisa menghadirkan yang istimewa. Proficiat untuk OMK! (Gathot)