MARILAH MENYEBARKAN DAMAI DAN CINTA KASIH - TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

25 Jun 2015

Ayo menjadi Ekaristi untuk yang lain!

Ayo menjadi Ekaristi untuk yang lain!




“Dari kecil sebenarnya aku sudah rindu; pengen sekali menerima komuni. Sekarang perasaanku bahagia, sudah bisa menerima Tubuh Kristus. Dan aku berjanji akan rajin mengikuti misa di gereja”. Sepenggal kesaksian itu muncul dari seorang Krescentia, anak kelas VI yang baru saja dipermandikan dan boleh menyambut komuni untuk pertama kalinya. Untuk menggapai “mimpinya” itu, Krescentia harus menebusnya dengan usaha keras. Bayangkan saja dia perlu bersabar untuk menunggu selama lebih dari 2 tahun karena selama itu pula dia harus mengikuti persiapan katekumen. Belum lagi dia harus menempuh jarak sekitar 7 km dari rumahnya untuk bisa ikut pelajaran katekumen di Gereja Stasi Sagatani.

Krescentia adalah salah satu dari 45 anak yang mendapat anugerah boleh menerima Tubuh Kristus untuk pertama kalinya. Berbeda dari biasanya kali ini penerimaan Sakramen Baptis dan sambut baru yang dirayakan dalam Ekaristi diadakan para hari Senin 22 Juni di Stasi Sagatani, Paroki Singkawang pukul 16.00 sore. Kentara sekali bahwa para calon baptisan baru dan sambut baru sudah tidak sabar lagi menunggu momen yang sangat bersejarah dalam hidup mereka. Terbukti sejak pukul 14.00 mereka sudah berkumpul di gereja.

Perayaan kali ini terasa istimewa karena anak-anak putrinya didandani bak malaikat. Mereka memakai jubah putih dengan mahkota bunga di kepalanya. Sedangkan anak-anak putranya pun tak mau ketinggalan. Mereka memakai jubah putih dengan bunga di dada. Setiap anak diapit oleh orang tua atau wali mereka masing-masing sebagai bentuk tanggungjawab orangtua dalam membimbing iman anak-anaknya. Penampilan mereka membuat iri anak-anak yang menerima komuni pada tahun-tahun sebelumnya. Ada pula yang sempat berkomentar, “Rasanya mau ikut terima komuni pertama lagi ya”.

Di bawah sengatan matahari dan cuaca yang kurang bersahabat calon baptisan baru dan komuni pertama berarak menuju Gereja. Seolah tidak peduli dengan panasnya cuaca, rombongan tetap bersemangat, melangkah ke depan altar sambil menyanyikan lagu Biar Kanak-Kanak Datang Padaku. Begitu masuk gereja, Ekaristi pun segera dirayakan.

Demi menyelaraskan tema, bacaan Kitab Suci sengaja dipilih dari Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Dalam kotbahnya, Pastor Gathot menyerukan pentingnya berbagi kasih dengan sesama karena salah satu pesan yang paling kuat dari Perayaan Ekaristi adalah kerelaan Tuhan yang mau berbagi dengan manusia supaya manusia bisa hidup. Ini sekaligus menjadi undangan bagi manusia untuk mau berbagi. “Tugas kalian tidak selesai hanya dengan permandian dan komuni. Justru Tubuh Kristus yang kalian sambut hendaknya mendorong kalian untuk berbuat baik kepada teman-teman. Ayo menjadi Ekaristi untuk yang lain” pungkas Pastor Gathot dalam kotbahnya.

Selesai perayaan Ekaristi “pestawan dan pestawati” bersama dengan orangtua dan umat yang hadir masih melanjutkan kegembiraan mereka dengan acara makan bersama di aula. Kali ini OMK tidak mau ketinggalan peran.  Merekalah yang mempersiapkan dan melayani acara makan bersama. Dengan demikian OMK Sagatani bisa memberi contoh bagaimana menjadi ekaristi untuk adik-adik mereka. (Steph)